Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

Makanan Khas Sidoarjo

1 comments
Sidoarjo adalah salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini berbatasan dengan kota Surabaya dan kabupaten Gresik di utara, selat Madura di timur, kabupaten Pasuruan di bagian selatan, serta kabupaten Mojokerto di barat. Sidoarjo dikenal sebagai penyangga utama kota Surabaya, dan termasuk kawasan gerbangkertosusila.

Sidoarjo memiliki beberapa makanan khas yang cukup unik sehingga selalu di cari oleh wisatawan yang ke sidoarjo,  Beberapa makanan khas sidoarjo yang beredar di luar kota Sidoarjo, dan akan selalu ada di Sidoarjo sendiri. Ingin tau makanan khas Sidoarjo? nah untuk itu simak 5 makanan khas sidoarjo berikut ini :

Kupang sendiri merupakan hewan kecil yang masuk dalam kelas tiram. Makanan olahan kupang ini sangat terkenal di Sidoarjo dan daerah yang dekat pantai seperti Kenjeran, Surabaya. Kupang Lontong ini merupakan sajian yang harus dimakan selagi panas, dengan komposisi bahan berupa irisan lontong, kupang, dan lento. Lento adalah gorengan yang menyerupai perkedel dan terbuat dari singkong yang kering dan menambah tekstur tersendiri saat memakan kupang yang legit gurih. Semua komposisi bahan tadi di siram dengan kuah dari kupang dengan bumbu petis dan bawang putih. Akan lebih nikmat bila menggunakan petis pedas yang dicampur cabe rawit yang dihaluskan.’
Lontong kupang merupakan makanan khas Jawa Timur tepatnya di daerah Sidoarjo. Bahan dasar yang digunakan yakni dari hewan laut seperti kerang yang bentuknya sekecil biji beras yang dimasak dan dikupas.
Lontong Kupang terdiri dari lontong dan kuah yang bercampur dengan kupang sejenis tiram atau kerang kecil. Kupang adalah sejenis kerang laut yang direbus dan dihidangkan dengan lontong.
Kupang yang digunakan adalah kupang putih, atau dikenal sebagai kupang beras. Petis digerus dengan bawang goreng, diberi sedikit perasaan jeruk. Diulek dengan sendok agar mencampur rata, kemudian disiram dengan kaldu rebusan kupang dan petis. Jangan lupa minum Air Kelapa Muda karna berfungsi sebagai penawar racun yang terdapat di dalam kupang.
                                                                                                        
Bahan-bahan :
  • 500 gr kupang yang telah dibersihkan (bisa digunakan untuk 15 porsi)
  • Garam secukupnya
  • Penyedap secukupnya bila perlu
Bahan Pelengkap Penyajian:
  • Potongan lontong 15 buah
  • Irisan bawang putih goreng secukupnya
  • Cabai rawit merah secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Jeruk nipis secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Bawang merah goreng secukupnya
  • Petis kupang 15 sdm untuk 15 porsi
Cara Membuat:
  • Rebus kupang yang sudah bersih hingga matang, tambahkan garam dan penyedap secukupnya.
  • Sisihkan.
Cara Penyajian:
  • Irisan bawang putih goreng, cabai rawit merah, gula pasir, garam dan petis kupang dihaluskan atau digerus menggunakan sendok di atas piring saji. Lalu tambahkan sedikit air jeruk nipis. Ada baiknya petis dimasak ulang terlebih dulu, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan (sakit perut bagi mereka yang sensitif).
  • Setelah itu encerkan dengan membubuhi sedikit kuah kupang (air rebusan kupang).
  • Setelah campuran bumbu selesai dibuat, tambahkan irisan lontong di atasnya, kemudian potongan lento.
  • Siram dengan kupang di atasnya beserta kuahnya. Untuk toppingnya, taburi dengan bawang merah goreng.
Telur asin sidoarjo ini berpusat di desa Kebonsari, kecamatan Candi, Sidoarjo. Di sini pula dikembangbiakkan peternakan bebek yang akan menghasilkan telur asin. Industri ini telah dikembangkan sudah lama sejak tahun 1992, dan sekarang telah terdapat lebih dari 30 industri yang memiliki usaha serupa. 
1. Cara Praktis (tidak pakai abu/ bubuk batu bata) namun dijamin tetap “Masir” Bahan:
  • 10-30 Telur bebek  usahakan yang masih segar/ baru
  • 500 gr garam (bisa garam dapur, garam kasar, garam gosok)
  • 1,5 – 2 liter air
  • Toples berbahan plastik atau kaya yang bisa di tutup rapat. Direkomendasikan menggunakan Tupperware)
Cara membuatnya:
  • Rendam telur di dalam air bersih kurang lebih 2 menit. Perhatikan saat merendam “jika telur mengapung” berarti telur tersebut jelek (jangan digunakan).
  • Kemudian bersihkan telur dengan menggunakan sabun dan spon hingga kotoran bersih, tujuanya adalah agar kotoran tidak menyebabkan telur rusak saat proses pengasinan.
  • Keringkan telur yang sudah di cuci bersih tadi, lalu gosok dengan amplas halus, tujuanya adalah agar pori-pori telur terbuka, namun jangan terlalu lama menggosoknya.
  • Kemudian letakkan di toples atau tapperware, susun dengan rapih.
  • Campur garam dan air di tempat lain, setelah garam larut (menjadi air), tuangkan air garam ke toples atau tupperware.
  • Ternyata telur jadi mengapung karena air mengandung garam. Maka solusinya adalah dengan menyiapkan kantong plastik ukuran 1kg yang di isi air (isi 1/2 saja airnya) berfungsi untuk menindih telur agar tenggelam sepenuhnya di dalam air. Pastikan seluruh bagian telur terendam dalam air.
  • Tutup rapat toples atau tupperware, biarkan selama 12 hari sudah bisa di buka rasanya juga sudah enak. Jika ingin lebih “Masir” biarkan selama 3 minggu hasilnya tentunya lebih awet dan tahan.
  • Untuk memask anda bisa memasaknya dengan merebus di air mendidih dengan api sedang selama 1 jam.  Bisa juga di kukus dengan durasi waktu yang sama.
Bandeng Asap ini merupakan makanan yang akan selalu ada di setiap toko oleh - oleh di Sidoarjo. Bandeng asap ini adalah komoditas utama produk perikanan di Sidoarjo ini di matangkan dengan proses pengasapan. Setelah siap di jual, bandeng akan dijual di dalam box khusus dengan saus pendamping saat ini siap di santap. Produk oleh-oleh bandeng asap ini sama lakunya dengan beberapa produk yang lain seperti petis udang, terasi udang, dan kerupuk ikan atau udang. Semuanya adalah produk Sidoarjo yang tak boleh untuk dilewatkan saat datang ke Kota Delta ini.



Resep bandeng asap :

1. Siapkan 3-4 ekor bandeng sekitar 3-4 ons. Bersihkan sisik, insang dans isi perut, cuci       bersih dans olesi garam seluruh badans, terutama perut dalam.
2. Siapkan wajan + tutup, beras sekitar 2 kepal tangan, daun pisang 3 potong (30x30cm), sumpit/tusuk sate 8 buah dans kain serbet.
3. Olesi bagian dalam wajan dengan minyak goreng.
4. Masukkan ikan tadi dalam wajan dengan susunan sebagai berikut:
- paling bawah: beras (diratakan)
- atasnya sumpit/tusuk sate yang disusun silang menyilang (agar bandeng bisa ditaruh diatasnya)
- diatas susunan sumpit taruh 2-3 lembar daun pisang.
- paling atas taruh bandeng dengan posisi sejajar (tidak bertumpuk).
- tutup wajan rapat2, beri serbet diatasnya, mengelilingi tutup (agak basah, tapi tidak menetes) agar lebih rapat.
5. Nyalakan kompor gas selama sekitar 20 menit (duh asap kemana-mana, tapi wangi)
6. Matikan kompor, buka tutup, lihat kulit bandeng harus berwarna seperti coklat tembaga gelap.
7. Bandeng siap disajikan (tambah sambel terasi biar nikmat).
selamat mencoba.

Sate kerang ini berbahan dasar kerang yang sudah dikupas kulitnya, kecap manis, margarin, garam dan bawang putih. trakir di tusuk dengan tusuk. Nah untuk itu jika kalian berkunjung ke kota Sidoarjo jangan lupa untuk mencicipi lontong kupang dan sate kerang ini. banyak kedai2 atau warung makan yang menyediakan makanan ini.
BAHAN:
500 gram kerang darah rebus tanpa kulit
1 lembar daun salam
1 cm lengkuas
5 sdm kecap manis
1/2 sdm air asam jawa
2 sdm minyak goreng, untuk menumis
Tusuk sate
BUMBU HALUS:
6 butir bawang merah
2 buah cabai merah, buang bijinya
2 buah cabai rawit merah
1 cm jahe
3/4 sdt garam
CARA MEMBUAT SATE KERANG:
1. Panaskan minyak goreng, tumis daun salam, lengkuas dan bumbu halus hingga harum.
2. Masukkan kerang, masak hingga kerang terlumuri bumbu.
3. Tambahkan kecap manis dan air asam, aduk rata. Masak hingga matang. Angkat.
4. Tusukkan kerang pada tusuk sate.
5. Panggang sebentar di atas bara api. Sajikan.
Untuk ± 16 buah

5. Krupuk Udang
Krupuk udang ini mempunyai cita rasa yang Enak,Gurih, Renyah dan Kaya akan Gizi. Kerupuk ini merupakan makanan khas kota Sidoarjo yang sangat terkenal  dengan rasa udang/Ikannya. Sentra produksi krupuk di Sidoarjo menjadi sangat terkenal di Nusantara, krupuk dengan berbagai macam jenis dan cita rasa.




Bahan :
  • 2 ½ kg Tepung tapioka/pati ubi
  • 2 ½ kg Tepung terigu
  • 1 kg Udang yang sudah dibuang kepala dan kulitnya
  • 2 ons Garam dapur
  • 10 liter Air bersih
  • ½ ons Bawang putih
  • ½ ons Moto/vetsin
  • 1 ons Bleng
Cara Membuat Kerupuk Udang Enak :         

  1. Garam dapur dan bawang putih dihaluskan dengan jalan ditumbuk yang halus.
  2. Udang yang sudah dibuang kepala dan kulitnya dicuci yang bersih terus ditumbuk bersama dengan tumbukan bawang putih dan garam tadi sampai halus betul.
  3. Ramuan b diatas, moto/vetsin dan bleng dijadikan satu kemudian dicampur dengan air 10 liter sampai semuanya benar – benar larut.
  4. Tepung tapioka/pati ubi dan tepung terigu dijadikan satu kemudian dicampur dengan larutan c. Caranya adonan tersebut diaduk – aduk dengan tangan sambil diremas – remas terus ( tentunya tangan harus bersih ya… hehe… ) barangkali ada tepung tapioka/pati ubi atau tepung terigu yang belum hancur.
  5. Adonan tersebut dimasukkan kedalam kantong plastik yang tebal ( plastik ukuran ¼ kg ) kemudian diikat yang kuat dengan karet, kalau sudah terkumpul banyak terus direbus dengan air mendidih kurang lebih 1½ jam.
  6. Sesudah matang kita tiriskan dan kupas plastiknya (ket: misalnya kita mengupasnya sore, paginya sudah dapat diiris – iris. Atau kalau mengupasnya pagi, bahan kerupuk yang sudah matang tadi kita jemur sebentar kurang lebih ½ hari menjemurnya dan dibolak – balik supaya tidak berair ( keset ).
  7. Kemudian yang terakhir kita iris – iris tipis dengan pisau yang tipis dan tajam lalu dijemur samapi benar – benar kering. Kalau akan diperdagangkan masukkan kedalam plastik dipasangi label menurut selera atau kebutuhan.
Potensi Bahan Pangan Nabati dan Hewani Sidoarjo :

Jumlah UKM yang memproduksi karbohidrat seperti terlihat pada Gambar 1.
Macam makanan  yang yang diolah oleh UKM terdiri dari 8 macam yang terdiri dari makanan yang siap konsumsi dan bahan makanan siap pakai (diolah lebih lanjut), yaitu: lontong, bihun beras, bihun jagung, tepung beras, dan nasi jagung instan. Yang banyak diolah oleh para UKM ini adalah lontong, yaitu 53%, berikutnya adalah bihun beras 25%, dan yang lainnya adalah nasi jagung, bihun jagung dan tepung beras. Kecamatan yang baling banyak UKM  yang memproduksi pangan sumber karbohidrat ini adalah Kecamatan Tulangan.

Jumlah UKM yang memproduksi kerupuk seperti terlihat pada Gambar 4.
Produksi kerupuk banyak dilakukan oleh UKM di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. UKM yang banyak memproduksi kerupuk adalah dari Kecamatan Jabon dan Tulangan. Bahan baku yang dipergunakan adalah pati singkong atau tapioka. Kedua bahan pokok ini diperoleh dari luar Sidoarjo, yaitu dari Lampung dan Jawa Tengah. Salah satu UKM bisa menghabiskan 30 ton/hari, dengan harga Rp.850.000,-/ton.
Disamping tapioka, terdapat bahan tambahan dalam pembuatan krupuk, yaitu aneka ikan yang kemudian diolah menjadi kerupuk ikan dan bahan lain seperti buah, sayur, kentang, dan lain sebagainya. Ikan banyak dipergunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kerupuk diantaranya adalah ikan air laut atau air tawar, misalnya udang, ikan lele, bandeng, ikan gabus, mujaer, kerang, dan lain sebagainya. Adapun perbandingan UKM yang memproduksi kerupuk ikan dan kerupuk biasa dan lainnya seperti terlihat pada Gambar 5.
Kecamatan Jabon banyak menggunakan ikan dalam produksi kerupuknya, mengingat produksi pangan lokal yang banyak adalah dari perikanan, sedangkan pada Kecamatan Tulangan produksi kerupuk lebih banyak hanya menggunakan tapioka yang dibumbui. Kerupuk yang diproduksi banyak dipasarkan di luar kota bahkan luar pulau Jawa.  Kerupuk lainnya dibuat dari kentang, tahu, singkong, dan nasi. Kerupuk yang berbahan baku singkong biasanya dibuat kerupuk samiler, dari bahan nasi dibuat kerupuk puli (puli bawang, puli bandeng ataupun puli terasi), sedangkan dari bahan tapioka dibuat kerupuk grandong,  kerupuk buah/sayur, kerupuk sodok, kerupuk cor, kerupuk kipas, kerupuk kemplang dan kerupuk tersanjung.

Jumlah UKM yang memproduksi minuman  seperti terlihat pada Gambar 6.
 Minuman yang diproduksi UKM rata-rata adalah jenis minuman yang dibuat dari bahan alami, seperti minuman jamu (beras  kencur, sinom, kunyit asam, sirup asem, jahe instan), minuman rosella, minuman instan, sari temulawak dan sari rasa. Pada Kecamatan Sedati, Jabon, dan Waru tidak ditemukan UKM yang memproduksi minuman. Bahan baku yang digunakan adalah gula yang diperoleh dari lingkungan sekitarnya.

Jumlah UKM yang memproduksi olahan kedelai  seperti terlihat pada Gambar 7.

 Kedelai banyak diolah menjadi makanan siap saji ataupun bahan makanan siap olah. Sebagai makanan siap olah, kedelai dibuat menjadi tahu (tahu biasa, sumedang, dan pong),  tempe (tempe biasa, tempe oncom), dan kecambah, sedangkan olahan siap santap berupa sari kedelai, sambal goreng tempe, keripik tempe, botokan tahu-tempe, stik tahu, dan sosis tahu. Hampir  semua kecamatan memproduksi atau mengolah kedelai, kecuali kecamatan Sedati dan Waru. Beberapa desa/kelurahan adalah sentra industri tahu dan atau tempe. Kendala utama adalah pada perolehan bahan baku. Berdasarkan data produksi tanaman kedelai dibandingkan dengan kebutuhan akan kedelai dirasa tidak seimbang. Berdasarkan data tahun 2012 tahun. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2010 sebesar 13.072,50 kw, bahkan jika dibandingkan dengan produksi tahun 2009 terjadi penurunan hampir 45%, dimana produksi tahun 2009 mencapai 22.753,05 kw. Kebutuhan lebih banyak dibandingkan persediaan, sehingga kebutuhan kedelai banyak disuplai dari import luar negeri. Harga sangat tergantung pada perkembangan mata uang dunia. Pada saat harga kedelai naik, maka produksi tahu dan tempe beserta dengan olahannya menjadi menurun.

Jumlah UKM yang memproduksi olahan kedelai  seperti terlihat pada Gambar 8.
Produksi telur di Kabupaten Sidoarjo  pada tahun 2012 didominasi oleh  telur itik (66% atau 742 ton ) oleh karenanya beberapa kecamatan yang berdekatan merupakan sentra telur asin. Jenis telur yang banyak dibudidayakan dan diperdagangkan adalah telur bebek, mayoritas diolah menjadi telur asin. Daerah yang banyak memproduksi telur asin adalah Kecamatan Tanggulangin, Prambon, Buduran dan Candi.

Jumlah UKM yang memproduksi olahan daging ayam dan sapi  seperti terlihat pada Gambar 9.
 Olahan daging sapi dan ayam berupa bakso, nugget, ayam bakar/panggang, sosis, abon sapi, pentol kanji,  dan ayam goreng. Berdasarkan banyaknya produksi ternak di Sidoarjo lebih banyak dijual dalam bentuk segar untuk diolah menjadi hidangan dibandingkan dengan yang diproduksi UKM pangan olahan. Yang paling banyak diproduksi adalah pentol atau bakso dari daging sapi disusul dengan olahan ayam yang dibakar, sedangkan olahan dalam bentuk nugget, sosis maupun nugget masih sangat kurang. Yang banyak dipasarkan adalah olahan dari industri besar seperti Benardi. Wilayah yang banyak mengolah daging ayam atau sapi ini adalah Kecamatan Tulangan, dan wilayah yang UKM nya tidak mengolah produk ini adalah Kecamatan Taman, Buduran, Porong, Gedangan, Krembung, Jabon dan Waru.

Jumlah UKM yang memproduksi olahan ikan  seperti terlihat pada Gambar 10.

 Sektor perikanan tambak yang menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Sidoarjo adalah ikan bandeng yang banyak dipelihara di 8 Kecamatan yang membudidayakannya. Sedangkan tangkapan hasil laut tahun 2012 mencapai didominasi oleh binatang berkulit keras dan kupang (kerang, tiram, dan lain sebaginya). Lele merupakan jenis ikan yang paling dominan produksinya di perikanan air tawar atau kolam (88%). Berdasarkan data pangan olahan banyak didominasi oleh olahan bandeng dan pangan jajanan berupa kupang lontong yang banyak di jajakan oleh pedagang di sentra penjualan kupang lontong seperti di Gedangan, Candi dan beberapa daerah yang lain. Kecamatan Tanggulangin,Sedati, Candi dan Sidoarjo adalah  yang paling banyak UKM yang mengolah hasil perikanan ini, sedangkan Kecamatan Krian, Tarik, Porong tidak ada UKM yang memproduksi olahan ikan karena di wilayahnya tersebut tidak ada aktivitas perikanan atau hasil perikanan yang ada langsung dipasarkan.  kan juga banyak dipergunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kerupuk di Kecamatan Jabon, Buduran, Tanggulangin, Sidoarjo dan Candi.
Hasil perikanan lain yang banyak dimanfaatkan adalah udang, mujaer, lele, patin, dan lain sebagainya. Hasil olahan yang banyak dibuat oleh UKM ini adalah terasi, petis (udang, ikan, kupang), kerang rebus, sosis, bakso, ikan panggang atau asap, kupang lontong, teri balado, abon ikan, ikan asin, sambal klothok, snack laut seperti terung dan hasil olahan lainnya.

Jumlah UKM yang memproduksi olahan nabati atau lainnya  seperti terlihat pada Gambar 11.
Olahan nabati atau lainnya banyak didominasi oleh produksi bumbu masak (bumbu masakan jadi) dan bumbu pecel, disamping olahan lainnya seperti selai, jamur krispi, saus dan cuka makan. Di kecamatan Buduran terdapat sentra penanaman jamur tiram tetapi hasilnya banyak di pasarkan dalam bentuk segar sebagai sayuran dibandingkan dengan hasil olahannya. Dibandingkan dengan olahan kedelai, olahan nabati ini tidak banyak dilirik oleh UKM untuk diproduksi.

1 comment: